Core

Jl. Diponegoro Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara
Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kode Pos 99111


Penanganan Sanitasi di Berbagai Tempat yang Berbeda
03 September 2014

Masalah sepele namun berdampak yang sangat besar, terutama bagi kesehatan masyarakat ini sering di kesampingkan. Masalah sanitasi dan akses air bersih masih menjadi permasalahan yang ditemui di Indonesia, baik di daerah perkotaan ataupun daerah pedesaan. Sama-sama bermasalah, namun karakteristik serta penanganannya sangat berbeda.

Essy Asiah, penanggung jawab Sanitasi Masyarakat (Sanimas) dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Kementerian Pekerjaan Umum, seperti yang di kutip dari detikCom, mengatakan bahwa secara garis besar, masalah sanitasi yang ada di desa masih tingkat individual (rumah tangga). Sementara di perkotaan, masalah sanitasi menyangkut tingkat orang banyak atau komunal.

"Jenis masalahnya memang beda. Kalau di desa individual karena masalahnya menyangkut satu rumah tangga. Misalnya, rumah warga ini belum ada jamban pribadi, rumah warga itu tidak ada septic tank,"

"Sementara kalau di perkotaan, masalahnya sudah menyangkut komunal atau orang banyak. Bukan hanya menyangkut satu warga tapi keseluruhan lingkungan warga," tutur Essy pada temu media soal Sanitasi di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).

Kebutuhan soal sarana dan fasiltas sanitasi juga menjadi masalah tersendiri. Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Wilfried H. Purba mengatakan bahwa di desa, masalah terletak pada kurangnya sarana dan fasilitas sanitasi serta air bersih. Sehingga fokus pengerjaan terletak pada penyediaan sarana dan prasarana seperti jamban, pipa-pipa dan septic tank.

Sementara itu di perkotaan, sudah hampir seluruh warga mempunyai jamban sendiri. Hanya saja, permasalahan terletak pada kemauan masyarakat untuk memelihara dan mengelola sarana dan prasarana yang sifatnya umum dan boleh digunakan siapa saja.

"Masalah lain adalah soal lahan. Kalau di desa kan lahan luas dan milik pribadi, jadi kalau mau bikin septic tank gampang. Kalau di kota misalnya mau bikin septic tank baru dimana? Rumah penduduknya rapat semua," sambung pria berambut putih ini.

Solusinya, Kementerian PU pun sedang menggalakkan program IPAL Komunal. Artinya Instalasi Pengelolaan Air Limbah di daerah perkotaan akan dilakukan secara komunal.

"Jadi satu septic tank besar kita bangun untuk dipakai beberapa rumah," tandas Essy.