Rumah Sakit TK II Marthen Indey melaksanakan kegiatan Morning Report Perawat dan Bidan pada Kamis, 17 Juli 2025, bertempat di Aula Sambiloto. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana peningkatan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan melalui pembahasan kasus serta pemberian edukasi yang relevan dengan pelayanan kesehatan.
Pada kegiatan kali ini, materi utama yang dibahas adalah “Appendicitis Acute” yang disampaikan dari Ruangan OK (Kamar Operasi). Kegiatan diikuti oleh sebanyak 160 peserta yang terdiri dari perawat dan bidan serta tenaga kesehatan terkait.
Apendisitis akut merupakan kondisi peradangan akut pada apendiks atau yang lebih dikenal sebagai usus buntu. Kondisi ini dapat menjadi kegawatdaruratan medis karena apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan segera, peradangan dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti perforasi atau pecahnya apendiks dan peritonitis.
Melalui pembahasan materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kondisi apendisitis akut, pentingnya mengenali tanda dan gejala, serta perlunya penanganan yang cepat dan tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien, terutama dalam mengenali kondisi yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Selain materi utama mengenai Appendicitis Acute, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai kanker sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai penyakit kanker serta pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari dr. Johanes, Sp.U dan dr. Putri Tobo. Pengarahan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi, arahan, serta motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 160 orang, kegiatan Morning Report ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat budaya belajar dan berbagi pengetahuan di lingkungan Rumah Sakit TK II Marthen Indey. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta mutu pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan edukasi dan pembelajaran bersama, seluruh tenaga kesehatan diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang profesional, cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.






